Archive for Oktober 28th, 2008

Ebook Islami bag. 3

4. Bulughul Marom (Terjemahan Indonesia)

Penulis: Ibnu Hajar al ‘Asqolani
Penerbit : Darul ‘Aqidah, Mesir, cet. .1,1 423H /2003 M
Darul Kutub a1-’Ilmilyah, 1417 H11997 M
Judul Edisi Indonesia: TERJEMAHAN BULUGHUL MAROM
Penerjemah dan Muroja’ah: Ust. Badru Salam, Lc

Buluughul Marom merupakan salah satu karya fenomenal dari al-Hafizh lbnu IIajar al Asqolani. Setelah Syarah(penjelasan)Shohiih Al-Bukhori, yaitu Fathul Baari. Kitab ini beliau tulis berdasarkan hafalan beliau tanpa melihat ke kitab aslinya. Sungguh mulia beliau yang telah menghafal sekian ribu hadits lalu mengajarkannya Begitupun hingga kini berapa banyak ustadz dan kiai yang telah dan sedang mengajarkan kitab ini kepada kaum muslimin. Semua itu mudah mudahan Alloh membalas dengan kebaikan yang berlipat lipat ganda kepada al Hafizh Ibnu Hajar. Download Ebook Bulughul Marom

Add comment 28 Oktober, 2008

REKAM JEJAK ALUMNI MST PARABEK, HMD DT. Palimo Kayo

Dalam kesejukan pagi, pada tanggal 17 Shafar 1321 H, bertepatan dengan tanggal 10 Maret 1905 di Pahambatan, Balingka, Kecamatan IV Koto (Kabupaten Agam) lahirlah seorang putra yang kemudian diberi nama Mansur. Orang tua berbahagia yang menyambut kelahir¬an putranya kala itu adalah Syekh Daud Rasyidi dan Siti Rajab. Sebagai kepala keluarga, Syekh Daud Rasyidi sudah mengarahkan anaknya supaya taat beragama. Selain itu Syekh senantiasa beru-paya agar semua anak anaknya antara lain; Anah, Mansur, Miramah, Sa’diah, Makmur dan Afifah agar giat belajar.
Salah seorang putranya yaitu: Mansur Daud kemudian tumbuh dalam kerangka kemungkinan yang diberikan oleh latar belakang budaya serta lingkungan keluarga di sekitarnya. (lagi…)

Add comment 28 Oktober, 2008

REKAM JEJAK ALUMNI MST PARABEK, A. Gaffar Ismail

Setiap Senin malam di rumahnya, di Pekalongan, orang berduyun-duyun datang untuk mengikuti pengajian yang diadakan olehnya. ”Pengikut pengajian saya tidak hanya dari Pekalongan. Ada juga yang datang dari Semarang dan Linggarjati,” komentarnya. Tidak heran bila di tahun 1929, oleh pemerintah Belanda ia dijuluki Ashadul Mimbar, atau macan mimbar.
Ayah Penyair Taufiq Ismail ini merupakan anak laki-laki tunggal di antara empat bersaudara. Ia dibesarkan dalam suasana keagamaan di pesantren Sumatera Thawalib (MST Parabek-Pen.). Bersama teman- temannya, antara lain Hamka, Gaffar kemudian menimba ilmu di pesantren yang punya pengaruh kuat di Sumatera Tengah.
Gaffar dikirim ke pesantren bukan … (lagi…)

Add comment 28 Oktober, 2008


RSS Detik News

Blog Stats

 

Oktober 2008
R K J S M S S
     
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Meta